Langsung ke konten utama

Bintang Iklan

 "Jangan, itu bohong!" cegah Dina.
"Maksudmu?" alis Dona menaik.
Baru saja dia merasa bahagia karena dapat tawaran iklan dari brand terkenal.

image by pixabay
"Memang kamu minum susu itu waktu baru lahir dulu? Kita kan disusuin sama Bunda sampai usia dua tahun," Dina mengingatkan kembar tak identiknya.
"Iyaa, aku juga ingat. Bunda selalu cerita tentang pentingnya ASI. makanya kita tetap sehat dan jarang terkena penyakit hingga sekarang."
"Nah, itu tau."
"Tapi...," Dona merajuk. "Bayangkan, menjadi bintang iklan sebuah produk ternama merupakan impianku sejak dulu." Mata Dona berbinar.
Berbeda dengan Dina, Dona memang lebih ekspresif. Dia seorang penari tradisional yang sering hadir bersama sanggar tari tradisional menyambut para tamu dari luar daerah. Dona juga biasa menjadi MC cilik dan mampu menyanyi sekaligus memainkan gitar. Multi talenta, itu istilah lainnya. Tak heran jika masyarakat mengenalnya karena fotonya sering menghiasi laman media.
Dita membuka kacamatanya lalu meletakkan buku yang sedari tadi ada di pangkuannya. Gadis usia sembilan tahun yang terlihat lebih dewasa dari kembarannya itu melangkah menuju kulkas.
Dia mengeluarkan sebotol jus berwarna oranye dan menuangkannya ke dalam dua buah gelas kaca.
"Ayo diminum jus wortelnya, harus habis. Mubazir." Dina menyodorkan satu gelas ke arah Dona.
"Terimakasih," Dona menyambut gelas tersebut.
 "Hmm... segaar!" pikiran Dona yang sempat  kusut jadi terang.
"Kriing!" terdengar telepon berbunyi.
Dona sigap meraihnya. Memang hampir sembilan puluh persen telepon yang masuk biasanya untuk Dona. Wajar jika dia yang gesit menjawab telepon.
"Halo..." terdengar suara dari seberang sana.
Cukup lama Dona berbicara di telepon. Kemudian dia menutupnya.
"Siapa?" tanya Dina.
"Brand agency," singkat jawab Dona.
"Yang brand susu?" tebak Dina
"Yup!"
Hening sejenak.
"Kapan syuting?" tanya Dina.
"Syuting apaan?" Dona heran.
"Itu, syuting iklan susu."
"Oh, aku tolak kontraknya," jelas Dona. "Aku tak akan mengiklankan sesuatu yang pada kenyataannya bohong. Sebaiknya dia cari model yang benar-benar minum susu itu sejak bayi."
Tamat
Penulis: Aira Kimberly


Komentar